Home » Loker » Info CPNS Jambi TA 2013 – 2014

Info CPNS Jambi TA 2013 – 2014

publikasi : August 3, 2013 - Filed under: Loker 
Share/Bookmark

HOT INFO !
Ujian CPNS 2014 akan dilaksanakan secara online dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Anda bisa mencoba Latihan Ujian CAT CPNS dengan program CAT di bawah ini.
Wajib dipelajari untuk persiapan ujian CPNS nanti.
Info lengkapnya silakan : Klik Disini

sponsored Links

CPNS Jambi 2013 – Warga Jambi tidak bisa berlomba menjadi CPNS tahun 2013 ini. Bambang Priyanto Wali Kota Jambi menegaskan bahwa untuk tahun 2013 Kota Jambi tidak akan melakukan penerimaan CPNS. Hal yang mengakibatkan Kota tersebut tidak melakukan penerimaan CPNS itu dikarenakan di Kota Jambi untuk saat ini tengah kelebihan pegawai, dan itu salah satu alasan mengapa kota Jambi tidak melakukan penerimaan CPNS baru.

Bambang menjelaskan, “untuk tenaga pegawai di Jambi judah terpenuhi, jadi tidak memungkinkan untuk kita melakukan penerimaan CPNS baru. Hal tersebut juga berdasarkan ketentuan dari BKN pusat.”

Ketika Bambang ditanya mengenai benyak keluhan dari beberapa sekolah terkait kurangnya tenaga pendidik di sekolah tersebut, kemudian Bambang meminta kepada Rifai, Kepala Dinas Pendidikan untuk menjelaskan permasalahan tersebut.

Kemudian Rifai menjelaskan, “Untuk saat ini memang benar, ada beberapa sekolah yang saat ini tengah kekurangan tenaga pendidik, akan tetapi pihak dari kami akan merekrut tenaga pendidik dengan menggunakan sistem kontrak yang nantinya akan dibayar melalui dana bantuan operasional sekolah.”

“Sebelum adanya keputusan pasti dari pihak BKN pusat terkait pengangkatan CPNS untuk tenaga pendidik, jalan keluar satu-satunya ialah dengan merekrut golongan tenaga honorer daerah dengan sistem pembayaran menggunakan dana BOS tersebut,” ujar Rifai.

Berdasarkan pengakuan Rifai, ada kemungkinan dana BOS yang akan digunakan untuk pembayaran para tenaga honorer sebesar 20%, dana tersebutlah yang nantinya akan digunakan untuk membayar tenaga honorer yang akan membantu menjadi tenaga pendidik di beberapa sekolah yang tengah membutuhkan tenaga pendidik tambahan.

Rifai kembali menjelaskan terkait minimnya gaji yang akan diberikan kepada tenaga honorer tersebut, “sebelum adanya pengangkatan untuk tenaga honorer daerah, mereka terlebih dahulu telah melakukan kesepakatan dengan calon honorer terkait kecilnya gaji yang nanti akan diberikan.”

Rifai menegaskan, “Jadi pihak kami telah membuat kesepakatan terkait minimnya gaji yang akan diberikan, walaupun gaji yang diberikan kami kecil, akan tetapi sebagian besar dari mereka tidak mempermasalahkan kesepakatan tersebut.”

Kembali beliau mengutarakan, “terkait permasalahan ini, sebagian besar dari mereka justru banyak yang mengatakan gaji tidaklah penting, yang paling penting buat mereka adalah mengenai SK.”

“Bagi sebagian besar dari mereka, tenaga honorer yang bisa menggunakan seragam PNS yaitu suatu kebanggaan yang besar, jadi hal tersebutlah yang saat ini tengah mereka kejar,” tambah Rifai.